Kenanganku bersama rosela

Pada tahun 2005 lalu, aku, Umi, teh Tanti, mbak Nurul dan mbak Ninik pernah bersama-sama di suatu tempat yang menyenangkan bagi kami. Di sebuah rumah yang berada di tengah-tengah kebun tanaman obat milik warga Cinere bernama Pak Darwin. Rumah itu berada jauh dari jalan Raya Cipanas-Puncak, Cianjur, kurang lebih 45 menit untuk sampai ke sana dari jalan raya dengan menggunakan angkutan pedesaan.

Kami merasa berada di sebuah villa mengisi liburan yang menyenangkan. Padahal sebenarnya kami adalah peserta Retooling Program Batch III Jurusan Biologi yang diselenggarakan oleh DikTi bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor. Program ini adalah training bagi para lulusan S1 untuk bisa menjadi Jobmaker (wirausahawan)

Di sana kami belajar mengenai tanaman obat baik studi literatur maupun studi lapangan langsung mengenal tanamannya di kebun. Ada satu tanaman yang unik. Mengapa unik? Pada umumnya buah suatu tanaman yang dimanfaatkan adalah buahnya itu sendiri, tetapi tanaman ini justru yang dimanfaatkan adalah kelopaknya. Itulah keunikannya. Maha Suci Alloh yang telah menciptakan segala sesuau tanpa sia-sia. Buah tanaman ini yang berkembang adalah kelopaknya bukan buahnya. Buahnya sendiri berada di dalam kelopak yang tumbuh membesar, menyelimuti buahnya yang tipis tak berdaging. Buah ini seolah hanya merupakan pembungkus bijinya. Tanaman ini adalah rosela (Hibiscus sabdariffa Linn.)

Kelopak rosela mempunya banyak manfaat bagi kesehatan yang terutama adalah berkhasiat antioksidan karena warna merah kelopaknya mengandung antosianin dan kandungan vitamin C yang tinggi yaitu 9x lebih banyak dari buah jeruk (menurut Dr. Liza). Sehingga manfaat terbesarnya adalah sebagai penangkal radikal bebas yang merusak tubuh. Dan masih banyak lagi kandungan vitamin dan mineral serta manfaatnya. Oleh karena itulah kami sepakat mensosialisasikan manfaat kelopak rosela ini dan merencanakan untuk membuat usaha minuman segar rosela.

Sebagai kewajiban bagi peserta retooling adalah membuat bisnis plan. Kami merencanakan membuat usaha pengolahan rosela menjadi sirup dan minuman segar. Rencana usaha kami pun mendapatkan penghargaan terbaik (juara 1) sejurusan Biologi dan juara 3 antarjurusan peserta retooling.

Untuk teman-temanku masih ingatkah dengan RIFFA ROSELLA, nama yang kita pilih untuk industri kita?  Sekarang sudah banyak yang mengetahui rosela sehingga banyak pula yang sudah membudidayakan dan mengolahnya untuk di jual. Sayang, belum ada kesempatan lagi untuk bersama mewujudkan bisnis plan kita karena masing-masing sudah bekerja dan membuat usahanya sendiri .Tapi aku masih terus bersemangat untuk membuat usaha ini walau tidak bersama kalian. Do’akan ya. Semoga kita semua sukses.

Untunglah kami dibekali benih rosela oleh pengurus kebun, tentunya dengan seizin pemilik kebun. Masih kuingat pesan pengurus kebun kepada kami ketika memberikan sejumlah benih rosela, “Kalau mau kaya tanam ini”, kata pengurus kebun sambil bercanda. Ternyata memang harga simplisia(sediaan kering) kelopak rosela tinggi. Dipasaran, harga 1Kg simplisia mencapai 150rb-200rb rupiah. Prospek bisnis yang menggiurkan.

Benih itu sekarang sudah menjadi pohon yang sudah siap panen, alhamdulilah.

Terima kasih Pak Darwin, insya Alloh benih roselanya bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s