• Prinsip pengobatan herbal adalah menggunakan semurni mungkin bahan-bahan dari herbal, (tanaman obat) tidak menggukan pelarut kimia tertentu atau bahan kimia sintetik.
• Tujun pengobatan herbal adalah meningkatkan, memperbaiki dan memperkuat sistem imunitas tubuh dari serangan kuman patogen. untuk membantu penyembuhan kekuatan fitrah (sistem imuniti) dan mengembalikan keseimbangan tubuh, bukan hanya untuk menghilangkan gejala saja (symptomatic treatment). Selain itu pengambilan herba bertujuan untuk mengatasi kekurangan zat makanan, vitamin, mineral, dan unsur-unsur penting yang diperlukan oleh tubuh.
• Zat kimia aktif alami dalam tanaman obat (herbal) lebih mudah dicerna oleh tubuh
• Penggunaan herbal akan semakin berkhasiat bila disinergikan dengan herbal lain
• Herbal tidak hanya menyembuhkan penyakit tetapi menjaga kesehatan
• Manusia mempunyai kekuatan penyembuhan sendiri yang berasal dari: 50% Spiritual, 20% emosional, 20% pikiran, 10% fisik. Bila faktor-faktor tersebut terganggu maka manusia akan sakit. Perbedaan Pengobatan Kimia dan Pengobatan herbal alami
Ilmu pengobatan kimia memandang bahwa penyebab penyakit adalah kuman, bakteri, atau virus. Maka jika seseorang diserang kuman, bakteri, atau virus, pengobatannya dengan cara membunuh kuman patogen menggunakan antibiotika atau obat lainnya yang bersal dari bahan kimia sintetik. Karenanya penobatan kimia dapat menimbulkan efek samping yang membuat penyakit lain. Selain itu pengobatan kimia hanya menghilangkan symptom (rasa sakit), sehingga tidak holistik mengobati sumber masalah penyakit pasien.

Sementara, ilmu pengobatan herba memandang bahwa penyebab penyakit bukanlah disebabkan oleh kuman, bakteri atau virus, karena kuman, bakteri atau virus ada di mana-mana dan sangat mudah masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, minuman ataupun pernafasan. Menurut pengobatan herba yang menyebabkan seseorang menjadi sakit adalah karena imunitas atau daya tahan tubuh orang tersebut lemah. Jika daya tahan tubuhnya kuat, maka ia tidak akan terserang oleh penyakit. Pengobatan herbal menggunakan herbal alami yang probiotik dan mengobati secara holistik sumber utama penyakit.

Jenis-Jenis Herbal
1. Herbal Pahit: Herba yang berfungsi untuk melakukan proses detoxsifikasi (membuang racun) contoh: Sambiloto
2. Herba Sejuk: Herba yang berfungsi untuk melakukan proses pembuangan panas tubuh yang berlebihan melalui urine. Contoh: Alang-alang
3. Herba Panas: Herba yang berfungsi untuk mengatasi dingin tubuh. Contoh: Sambiloto

Cara Kerja Herbal
Pengobatan herba tidak menyembukan penyakit secara cepat karena tidak hanya menghilangkan symptom, tetapi melalui serangkaian tahapan untum menyembuhakan sumber utama penyakit dengan tahapan berikut:
1. Release (Mengeluarkan): Dalam proses ini herbal melakukan pembersihan tubuh dengan mengeluarkan racun dalam tubuh/detoxsifikasi
2. Relax (Mengistirahatkan): Tubuh menjadi seimbang dan stabil, sistem imunitas bekerja secara normal kembali.
3. Regeneration (menggantikan dengan sel baru): sel-sel yang rusak diganti dengan tumbuhnya sel-sel baru.
4. Refunction (Memfungsikan kembali): Fungsi organ yang terganggu berfungsi kembali seperti semula.

Sumber Penyakit dan Terapinya
Menurut para Herbalis, penyebab sakit ada 2 macam, yaitu :
1. Terdapat penumpukan racun (toksid) yang mengendap di tubuh.
Racun-racun dari luar tubuh yang masuk melalui saluran makanan dan saluran pernafasan akan mengendap di 4 organ tubuh, yaitu: di usus, di hati, di ginjal, dan di darah / jantung. Maka therapy herba yang dianjurkan adalah melakukan detoxifikasi, yaitu suatu proses pembuangan racun-racun dari dalam tubuh dan dikeluarkan melalui air seni, feces, ataupun permukaan kulit (seperti keringat atau bintik-bintik merah di kulit).

HPA menganjurkan kepada semua penderita penyakit untuk terlebih dahulu melakukan Detoxifikasi menggunakan 4 macam produk yaitu:
• Herba Tuju Angin : detoxifikasi racun yang ada di usus.
• Teh Asiatica Plus : detoxifikasi racun yang ada di hati.
• Malac : detoxifikasi racun yang ada di ginjal.
• Mengkudu : detoxifikasi racun yang ada di darah / jantung.

Jika racun-racun yang mengendap di ke-4 organ tubuh tersebut sudah dikeluarkan seluruhnya, insya Allah penderita penyakit apa pun juga akan merasakan kesembuhan.

2. Terjadi peradangan pada organ-organ tubuh.
Jika tubuh setelah di detoksifikasi belum sembuh, berarti ada masalah yang ke-2, yaitu ada peradangan / panas di bagian organ-organ tubuh. Peradangan pada organ-organ tubuh sering disebut dengan istilah yang berakhiran tis, seperti arthritis, sinusitis, bronchitis, hepatitis dan lain-lain.

Therapy herba yang dianjurkan adalah dengan melakukan Heat cleansing, yaitu meredakan peradangan atau mengeluarkan panas badan.

Ada 4 kelompok tumbuhan / herba yang dapat dipergunakan untuk therapy Heat cleansing yaitu:
• Tumbuhan monocotil : alang-alang, kelapa, tebu, padi dll.
• Tumbuhan berduri : bayam duri, nanas, salak, jeruk dll.
• Tumbuhan menjalar: centella asiatica, pare, kangkung, sirih dll.
• Tumbuhan umbi : kunyit, jahe, bawang, laos dll.

Dari keempat kelompok tumbuhan tersebut HPA telah memproduksi ramuan herba antara lain : Malac, Health B / Ardisia, Ficus dan Pelawas.

Gejala penyakit yang disebabkan oleh peradangan antara lain : Demam, sakit kepala, masalah ginjal, tumor / kanker, asam urat, darah tinggi, ayan, batuk, insomnia, asma.

Jika terdapat penyakit-penyakit tersebut maka dianjurkan untuk mengkonsumsi produk HPA sebagai set Heat cleansing ( set membuang radang / Panas) yaitu : Malac, Health B atau Ardisia, Ficus, dan Pelawas.

Setelah mengkonsumsi produk dari set Heat cleansing tersebut, insya Allah para penderita akan menemui kesembuhan.

Sumber:
1. Modul Pelatihan Herbalis Dasar ATM BIMA Yogyakarta
2. Dr. Irman Sukirman, Konsep Pengobatan Herbal.

Sumber: HalalMedHerb